Dollar AS Menguat pada perdagangan Rabu (16/09), pernyataan spesifik The Fed menaikkan Dolar AS dari posisi terendah harian pasca laporan Retail Sales yang mengecewakan. Indeks Dolar AS berhasil naik setinggi 93.25 dan berlanjut hingga pagi ini setelah sebelumnya turun serendah 92.75, sementara mata uang Major terpantau cukup stabil meski cenderung melemah.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa suku bunga akan diatur sangat akomodatif sampai ekonomi sudah pulih jauh daripada kondisi saat ini. Federal Reserve AS mengeksepektasikan bahwa suku bunga akan tetap nol, setidaknya hingga tahun 2023. Keputusan tersebut memperoleh 5 suara dari 9 anggota inti FOMC. Sedangkan 4 orang sisanya memperkirakan suku bunga rendah akan lebih lama dari itu. Rate suku bunga The Fed saat ini dipertahankan di kisaran 0%-0.25%.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Jerome Powell di simposium Jackson Hole bulan lalu, bank sentral AS tersebut juga akan menoleransi inflasi yang lebih tinggi daripada target 2%, sebagai upaya menghidupkan kembali pasar tenaga kerja dan perekonomian. Kebijakan moneter longgar akan dijalankan dengan toleransi kesabaran yang tinggi, guna menyangga ekonomi AS dalam beberapa bulan dan tahun ke depan.

Bank sentral AS memperkirakan ekonomi akan berkontraksi sebesar 3,7% pada tahun 2020, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 6,5% sebelumnya. Namun pertumbuhan pada tahun 2021 dan 2022 direvisi lebih rendah menjadi 4% dan 3% dari masing-masing 5% dan 3,5%.

Sementara harga minyak melonjak lebih dari empat persen pada akhir perdagangan pagi tadi, menyusul penurunan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat dan ketika Badai Sally memaksa sebagian besar produksi lepas pantai AS ditutup.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November ditutup pada 42,22 dolar AS per barel, terangkat 1,69 dolar AS atau atau 4,2 persen. Sementara, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 1,88 dolar AS atau 4,9 persen menjadi menetap di 40,16 dolar AS per barel.

Harga emas naik tipis merespon statement Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan mempertahankan suku bunga rendah setidaknya hingga 2023. Harga emas di pasar spot naik setinggi 1.973 yang merupakan level tertinggi sejak 2 September sebelum kembali turun pagi ini yang ditransaksikan dikisaran 1.950 saat berita dituli. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.968,20.

Disclaimer : MoneyMallFutures.com sebagai website resmi PT. Gatra Mega Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

+6231 502 7188       info@moneymallfutures.com

Copyright © 1999-2021. PT. Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.