Greenback melihat beberapa kenaikan minggu lalu setelah indeks harga konsumen AS melonjak 5,0% tahun ke tahun di bulan Mei, kenaikan paling tajam dalam lebih dari beberapa tahun, meningkatkan kekhawatiran Federal Reserve akan dipaksa untuk mengekang kebijakan moneternya yang sangat mudah. lebih awal dari yang diharapkan.

Namun, keuntungan tersebut terbatas karena banyak di pasar tampaknya telah menerima komentar berulang oleh pembuat kebijakan bahwa inflasi akan bersifat sementara.

“The Fed kemungkinan akan dipaksa untuk memperdebatkan overshoot moderat dari target inflasi tetapi tampaknya pasar masih mengabaikan kejutan arah besar terhadap prospek inflasi. The Fed tidak akan yakin akan tekanan berkelanjutan pada Juni," kata analis di Nordea, dalam sebuah catatan.

Namun, sementara bank sentral mungkin tidak bergerak minggu ini, setelah semua pekerjaan meningkat 559.000 bulan lalu, kurang dari perkiraan ekonom, pejabat Fed mungkin hampir memberikan petunjuk tentang waktu untuk melangsingkan program pembelian asetnya.

Menurut survei Bloomberg, sekitar 40% memperkirakan Fed akan mengambil langkah pertama menuju pengurangan saat ini $120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan pada akhir Agustus ketika Ketua Jerome Powell menjadi tuan rumah retret kebijakan di Jackson Hole, Wyoming. 24% lainnya melihat hal itu terjadi pada bulan berikutnya.

Di tempat lain, USD/RUB naik lagi, naik 0,4% menjadi 72,0205, bahkan setelah bank sentral Rusia menaikkan suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin menjadi 5,5% pada hari Jumat.

Gubernur Elvira Nabiullina mengatakan dewan telah mempertimbangkan kenaikan yang lebih besar dari 75 atau 100 basis poin dan bahwa kenaikan suku bunga lain sangat mungkin terjadi ketika pertemuan berikutnya pada 23 Juli.

Inflasi konsumen tahunan, area tanggung jawab utama bank sentral, meningkat menjadi 6% di bulan Mei, tingkat yang tidak terlihat sejak Oktober 2016 ketika suku bunga utama berada di 10%.

USD/TRY diperdagangkan 0,1% lebih tinggi pada 8,3885, menyusul berita hari Minggu bahwa Turki menandatangani perjanjian swap baru senilai $3,6 miliar dengan China, meningkatkan batas pengaturan mata uang mereka yang ada menjadi $6 miliar.

Pengaturan dengan salah satu mitra dagang terbesar Turki akan memungkinkan negara itu untuk meningkatkan perdagangan dalam mata uang lokal dan menghindari penggunaan dolar, mendukung cadangan bank sentral./R

 

Disclaimer : MoneyMallFutures.com sebagai website resmi PT. Gatra Mega Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

+6231 502 7188       info@moneymallfutures.com

Copyright © 1999-2021. PT. Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.